Done I’m Giving Up

Apakah cinta sesulit ini untuk dimengerti???
Cinta bukanlah sebuah rumus ataupun pasal yang harus selalu untuk dihafal dan diinngat kemudian dijabarkan. Tetapi cinta adalah suara hati,naruli asa yang suci dan bersih yang Tuhan titipkan pada setiap jiwa untuk saling melengkapi kekurangan dan kelebihan dari masing-masing pasangan.

“apakah kita harus berakhir seperti ini?”
“selama ini bukankah kita selalu menjalaninya seperti ini tanpa ada yang terbebani, lantas kenpa sekarang kau protes? jika sejak awal kau mengatakan tidak menyukainya itu akan jadi lebih baik. kau tahu?”
“sekarang kau menyesalinya?”.
“tentu saja, karena bagiku kau begitu plin plan jadi wanita”.
“brengsek …”.
plak!
” ya! jalang sialan! tak tahu diuntung, beginikah kau memperlakukan suamimu, apa itu yang ibumu ajarakan? pantas saja kau terbuang oleh orang tuamu hingga menjadi …”.
” cukup! apa itu yang kau pikirkan tentang diriku? apa menurutmu ketika kau memakan menu makanan yang aku hidangkan berturut-turut setapa hari, kau tidak bosan? kau pasti sangat bosan dan aku sangan tahu itu tapi aku ingin kau juga merasakan bagaimana bosannya aku yang hanya bisa kau kurung di dalam istanamu ini tapi sepeti neraka buatku. Aku lelah, aku menyerah dan aku ingin kau melepaskanku”.
” menceraikanmu dan membiarkanmu pergi dengan kehidupan yang baru? tidak akan dan jangan pernah bermimpi untuk itu”. Baekhyun segera beranjak menuju kamar utama meninggalkan sang istri yang masih terisak.

“Jika kau sudah tak menginginkanku lagi, lantas apa atrinya aku masih bertahan disismu?”.

Rasa sakit tiada ampun kini dirasakan Kim Taeyeon, terbuang dari silsilah keluarga besar kim kemudian tuhan memepertemukannya dengan seorang lelaki yang menurutnya akan mampu mengobati sedikit demi sedikit goresan derita yang dideranya namun sayang, justru malaikan yang harapkan justru menjadi bumerang kehidupannya yang kini dijalaninya dan mungkin hingga kehidupan selanjutnya.

“Tuhan jika kau mencipttakan aku hanya sebagai sampah tak berguna lantas untuk apa?

Cukup tuhan aku sudah tidak sanggup memikul beban ini lagi, sudah cukup kesakitan yang kurasakan dan saat ini aku menyerah. Aku menyerah pada kejamnya duniaMu, aku meyerah pada ketidak adilan yang takdir berikan padaku”.

Setelah mengatakan demikian Taeyeon segera mengambil Cutter didalam laci nakas disamping ranjang kingsize nya.

AGGHR!

Cairan kental dan bau amis berwarna merah mengalir deras pada pergelangan tangannya, rasa sakit itu tak terhingga namun sudah ia putuskan bahwa inilah yang terbaik sehingga apapun yang terjadi selanjutnya ia akan menerimanya bahkan saat ini ia berharaf bahwa tuhan tidak akan mengizinkannya untuk bangun kembali untuk melihat kejamnya dunia yang penuh kepalsuan ini, dunia yang begitu indah yang dipenuhi orang-orang yang penuh dengan kamuflase dan fatamorga.

 

BRRAKK

Setelah meninggalkan ruangan perdebatannya dengan sang istri Baekhyun memutuskan untuk merilekskan hati dan fikirannya, namun saat terngiang kembali perkataan istrinya, ada sedikit rasa yang mencubit hatinya.

benar, kau bisa melakukan apapun yang kau mau dan kau bebas menindas siapaun karena kau tak pernah merasakan menjadi seorang anak yang terlahir namun tak idinginkan!”

“Dasar bodoh! Apa yang kau lakukan?! yak! Kim Taeyeon bangun..!”.

Dengan perasaan kalut Baekhyun kembali mencoba membangunkan istrinya, berharap Taeyeonnya akan membuka matanya.

“Aku mohon, bukalah matamu. Taeyeon. Bangunlah dan mari kita bicarakan maslah ini dengan baik.

Maaf, maafkan aku yang mudah tersulut emosi sehingga membentakmu tadi, aku sungguh menyesal dengan semua perlakuanku selama ini padamu.

Bukan hanya hasrat yang kumiliki yang bergantung padamu, akan tetapi kini seluruh atensi poros kehidupanku berpusat padamu, maka dari itu kumohon bangunlah. yak Kim Taeyeon sejak kapan kau mengabaikan perintahku, Hah! Bangunlah”

 

“Ketika kehidupan telah berlalu bersama mimpi Fatamorgana maka “Seandainya” hanyalah angin berlalu” AYF

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s